Dapatkan informasi menarik seputar hobi, bisnis, tutorial, tips dan trik, serta edukasi dengan cara murah meriah

Sabtu, 26 Agustus 2017

Pengertian Assembling Dan Penjelasannya

Pengertian Assembling Di Dunia Industri 

  • Pendahuluan
 Telah kita ketahui bahwa dunia industri saat ini sudah sangat berkembang pesat. Baik itu dari segi kualitas dan kuantitasnya sudah sangat baik dibandingkan di tahun-tahun sebelumnya. Karena pada dasarnya dunia industri memang selalu mengikuti perkembangan jaman agar tetap bisa bersaing dengan ketat. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang dunia industri. Semoga dapat bermanfaat untuk anda sebagai suatu ilmu yang bermanfaat. 

 Berikut ini penjelasan tentang "ASSEMBLING" atau Perakitan, selamat membaca. 

Gambaran Umum Assembling

  1. Pengertian Assembling
 Assembling adalah suatu proses penyambungan atau penggabungan dua atau lebih komponen secara mekanik menjadi sebuah unit. Contoh : Engine, Sepeda motor, Hanphone, Komputer dll. 

 2. Macam-macam assembling

  •  Assembling Permanen
  • Assembling Tidak Permanen

 a. Assembling Permanen
 Adalah proses assembling atau perakitan dan penggabungan komponen secara permanen dan tidak dapat dipisahkan kecuali dengan merusaknya. Assembling permanen terdiri dari Welding, Soldering & Brazing, Paku Keling dan Adhesive Bonding.
  • Welding ( Pengelasan )

 Seperti yang kita tahu, pengelasan atau welding yaitu proses menggabung atau menyambung dua atau lebih logam dengan bantuan panas bersuhu tinggi. 
 Ada beberapa cara dalam pengelasan misalnya las karbit/asetilin, las listrik, las CO, dan lain-lain. Yang akan kita bahas pada kesempatan berikutnya.
  • Soldering ( Penyolderan) 

 Merupakan proses penggabungan dengan menggunakan kawat solder atau tenol yang dicairkan. Biasanya cara ini dilakukan pada komponen elektronik. 
  • Paku Keling

 Menggabungkan dua atau lebih benda dengan menggunakan logam berbentuk paku yang kemudian kedua ujungnya ditempa sehingga berbentuk setengah lingkaran.  Biasanya digunakan untuk menyambung rangka kendaraan seperti mobil, truk, kapal, bodi pesawat terbang dll. 
  • Adhesive Bonding ( Pengeleman) 

 Merupakan proses penggabungan komponen dengan media lem. Mungkin cara ini sudah familiar ditelinga kita dan sering kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

  b. Assembling Tidak Permanen


  Adalah proses penggabungan dengan media benda berulir seperti baut, mur dan sekrup. Jenis sambungan ini dapat dipisahkan tanpa harus merusaknya. Namun apabila ulir sudah rusak maka tidak ada cara lain selain dengan merusaknya.
Baca juga : Dasar-dasar assembling
                  Bagian kerja dipabrik otomotif  
  3. Fasilitas Proses Assembling

 a. Conveyor ( Ban Berjalan) 
Adalah tempat meletakkan unit yang akan dirakit atau sebagai media memindahkan barang produksi untuk dilanjutkan ke proses selanjutnya. 

 b. Station Kerja 
 Tempat dimana terdapat fasilitas kerja seperti bahan dan peralatan kerja seperti fastening tools, alat ukur dan lain-lain yang akan digunakan oleh operator produksi dalam melaksanakan proses perakitan sesuai dengan SOP ( Standard Operational Procedure )


  4. Proses Assembling 
LINE ASSEMBLING
  • line assembling merupakan terminal akhir dari komponen-komponen untuk dirakit menjadi unit. Misal sepeda motor, biasanya line assembling sepeda motor terdiri dari beberapa line yaitu :
 a. Sub Line 
 Sub line adalah tempat dimana mesin dan rangka dirakit untuk dilanjutkan ke proses selanjutnya yaitu di main line.
 b. Main Line 
 Main line adalah tempat merakit rangka, mesin, bodi dll menjadi unit sepeda motor.
Blog musik lirik lagu & chord gitar DISINI
 c. Final Inspection 
 Merupakan bagian terpenting dalam dunia industri tujuannya untuk mengontrol dan menguji unit sebelum dikirim ke konsumen. Apabila unit tidak lolos di final inspection karena ada kesalahan atau kerusakan maka unit akan ditahan sementara untuk diperbaiki di tempat ini. Namun apabila tidak memungkinkan maka unit akan dikembalikan ke sub line atau main line untuk tindakan lebih lanjut. 

 Demikianlah contoh proses assembling dalam industri kurang lebihnya seperti itu gambarannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda yang akan atau sudah bekerja di industri sebagai bahan pengetahuan dasar. Sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Baca juga : 

Masih banyak proses-proses yang ada di industri, namun karena keterbatasan penulis maka saya akhiri sekian sampai disini. Dan tunggu artikel selanjutnya. 
Protected by Copyscape

Baca Juga

Senin, 21 Agustus 2017

Cara menghilangkan baret pada bodi motor

CARA MENGHILANGKAN BARET PADA BODI MOTOR


Selamat malam, otomania dimanapun anda berada. 
  Pada kesempatan kali ini mimin akan memberikan tips dan trik cara menghilangkan bekas goresan atau lecet pada bodi motor agan. 
  Langsung saja untuk mempersingkat waktu, berikut ini caranya. 

  Pertama, siapkan alat dan bahan berikut ini, 
  • Kain Lap

Usahakan kain lap yang akan digunakan adalah kain yang mempunyai tekstur lembut dan permukaannya halus. Ini bertujuan agar saat mengelap tidak meninggalkan bekas. Misalkan memakai kain berbahan katun yang halus. 
  • Kanebo
Untuk mengeringkan bodi setelah dibersihkan. 
  • Air Bersih
Air bersih ini digunakan untuk membersihkan permukaan bodi dari debu dan minyak yang menempel. Bila perlu beri sedikit sabun atau shampo motor. 
  • Kompon/buffing cream
Kompon ini ada berbagai jenis dan merek, terserah agan mau pilih yang merek apa saja boleh karena fungsinya sama saja. 

  Apabila alat dan bahan sudah siap, Lanjut ke proses selanjutnya yaitu :

  1. Bersihkan permukaan bodi yang lecet menggunakan air bersih, bila perlu tambahkan sedikit sabun agar lebih bersih. Kemudian lap dengan kain halus secara perlahan dan keringkan terlebih dahulu menggunakan kanebo agar lebih cepat kering. 
  2. Langkah selanjutnya yaitu menggosok permukaan yang lecet menggunakan kompon atau buffing cream. Proses ini merupakan proses inti agar memperoleh hasil yang maksimal. Maka lakukan dengan hati-hati. Caranya ambil kain halus kemudian tambahkan kompon ke permukaan bodi yang lecet. Gosok secara perlahan dengan gerakan melingkar agar hasilnya lebih bagus dan merata. Apabila kompon sudah habis atau kering, tambahkan kompon sekali lagi dan ulangi proses penggosokan tersebut sampai bekas goresan tersebut hilang. 
  3. Setelah dirasa cukup, langkah terakhir adalah membersihkan sisa kompon kering yang masih menempel pada bodi. Gunakan kain lap dan air yang sudah diberi sedikit sabun lalu keringkan. 
  4. Selesai, kini bodi yang lecet sudah tidak terlihat lagi. 

* perlu di ingat, ini adalah proses untuk menghilangkan goresan ringan pada bodi. Apabila goresannya terlalu dalam maka proses ini tidak akan maksimal karena goresan tersebut akan tetap terlihat. Namun paling tidak masih bisa mengurangi bekas goresan tersebut. Dan ini hanya bisa di aplikasikan untuk bodi yang memiliki lapisan cat. 

  Demikian tips dan ilmu yang dapat saya bagikan kepada agan-agan semua, semoga bermanfaat. Berbagi itu indah walaupun hanya sedikit yang bisa kita bagikan. Terimakasih atas kunjungan anda. 
Protected by Copyscape

Minggu, 20 Agustus 2017

Tips Merawat Motor Injeksi

                     TIPS MERAWAT MOTOR INJEKSI




    Halo, sahabat Sayang Motor dimanapun anda berada. Semoga masih tetep sayang motor dan gak pindah kelain hati ya,...  😂

   Oke, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit wejangan dan petuahnya kepada agan semua mengenai bagaimana tips cara merawat motor injeksi kesayangan anda semua. Tetep stay dan jangan pindah posisi ya guys. 

   Memiliki motor injeksi sebenarnya gak ribet-ribet amat sih dalam hal perawatan.  Namun yang terpenting adalah kepedulian kita terhadap motor kita sendiri. Sayang kan kalo punya motor keren dan canggih tapi mesinnya berisik dan sering ngambek. Tentunya bakal bikin stress dan mumet.  😁

   Pada dasarnya mesin injeksi ini adalah mesin yang banyak menggunakan part berupa sensor. Antara lain sebagai berikut :

 1. Malfunction Indikator Lamp (MIL) 
  Adalah lampu indikator bergambar mesin yang terdapat pada speedometer. Lampu indikator tersebut akan menyala apabila terjadi kesalahan fungsi pada sensor-sensor mesin injeksi. 
 2. Engine Control Module (ECM) 
  Atau biasa disebut dengan nama lainnya yaitu Electronic Control Unit (ECU). ECM atau ECU ini berfungsi sebagai pengatur sistem pengapian injeksi. 
 3. Fuel Pump
 Sesuai dengan nama kerennya, fuel pump ini adalah pompa bahan bakar yang berfungsi untuk memasok bahan bakar ke injektor. Biasanya saat kunci kontak pada posisi ON akan terdengar bunyi " ngiiiiing " yang menandakan bahwa fuel pump sedang bekerja. 
 4. Sensor Crankshaft Position (CKP) 
  Berfungsi memberikan informasi posisi crank shaft atau poros engkol agar dapat diidentifikasi kapan waktu pengapiannya.
 5. Sensor TP (Throtle Position) 
  Adalah sensor yang berfungsi memberikan informasi ke ECU/ECM tentang posisi throtle saat mesin di jalankan. Sehingga distribusi bahan bakar dapat disesuaikan. 
 6. Injektor
  Berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar mesin.
 7. EOT (Engine Oil Temperature)
  Adalah sensor untuk mendeteksi suhu oli mesin. Biasanya dipasang pada kendaraan berpendingin udara. 
 8. ECT (Engine Coolant Temperature) 
  Adalah sensor untuk mendeteksi suhu mesin. Sama seperti EOT namun biasanya dipasang pada kendaraan berpendingin radiator. 
  9. Sensor O2
  Adalah sensor untuk mengatur kadar oksigen agar campuran bahan bakar dan udara didalam ruang bakar menjadi ideal.  
  10. Idle Air Control Valve (IACV) 
  Sensor ini seperti choke otomatis untuk memudahkan saat mesin pertama kali mesin dinyalakan. 
  11. Sensor Bank Angle
  Sensor ini akan bekerja pada kemiringan 60° yaitu apabila kendaraan terjatuh sehingga mesin akan otomatis mati demi keamanan kendaraan dan penggunanya sendiri. 

 Nah,  itulah sedikit penjelasan tentang sensor apa saja yang ada pada mesin injeksi sebagai acuan kita dalam merawat mesin injeksi motor kita. 

  Kembali ke topik utama,  berikut ini cara merawat mesin injeksi agar lebih awet dan gak bikin stress. 

 Karena mesin injeksi itu penuh dengan sensor" sensitif maka alangkah baiknya kita melakukan perawatan secara rutin, teratur dan terjadwal.  Seperti membersihkan dari debu atau sisa oli dan minyak yang menempel.  Untuk mencegah kerusakan pada sensor-sensor tersebut. 
 Yang tidak kalah penting adalah lakukan servis berkala pada kendaraan, apabila sudah mencapai batas kilometer atau tanggal servis berikutnya yang sudah ditentukan pada saat servis sebelumnya. Jangan pelit dan malas untuk servis.  Lebih baik capek servis ke bengkel dengan biaya yang sedikit daripada capek memperbaiki motor yang sudah terlanjur rusak.  Coba bayangkan, sudah capek nyetep atau mendorong motor ke bengkel udah gitu biaya yang kita keluarkan sudah pasti akan lebih banyak dari pada saat kita rutin menyervis motor kita. Stress???  Udah pasti kan???  
  Apalagi kita tau kalau harga setiap sensor itu gak murah, iya kalo cuma satu sensor yang rusak. Kemungkinan sensor lain juga akan ketularan karena semua sensor itu saling berhubungan satu sama lain. 
  Yang terlihat sepele adalah dengan melepas filter atau saringan udara. Itu sangat-sangat "berbahaya" dan fatal.  Karena fungsi filter itu sendiri sebagai penyaring udara agar tidak ada debu yang masuk ke ruang bakar.  Bayangkan sekali lagi,  apabila debu atau air yang masuk lama kelamaan akan menumpuk dan menyebabkan ruang bakar menjadi kotor dan berkerak. Kemungkinan terburuknya adalah busi cepat mati dan injektor tersumbat. 

 Jadi,  kita bolehlah memodifikasi kendaraan kita namun jangan sampai mengabaikan faktor keamanan mesin motor kita sendiri. Kita harus cerdas dan pandai-pandai serta hati-hati dalam memodifikasi. Jangan sampai keblinger gara-gara ingin keren tapi malah merusak motor kesayangan kita.  Ingat ! Biaya servis itu mahal. 

  Demikian yang dapat saya sampaikan,  kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. 😁
  Mungkin itu saja postingan saya pada kesempatan kali ini semoga bisa bermanfaat buat sahabat sayang motor semuanya. Jangan lupa nitiv sendal ya guys buat ninggalin jejak. 😁😁😁
Protected by Copyscape