Dapatkan informasi menarik seputar hobi, bisnis, tutorial, tips dan trik, serta edukasi dengan cara murah meriah

Jumat, 17 Desember 2021

Hambatan Listrik Menurut Hukum Ohm

 

Menurut Hukum Ohm - Kuat arus dalam suatu rangkaian berbanding lurus dengan tegangan pada ujung-ujung rangkaian dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian. Dari bunyi hukum Ohm tersebut dapat kita ketahui bahwa besarnya hambatan berbanding terbalik dengan kuat arus dan sebanding dengan beda potensial.

Untuk memperbesar nilai kuat arus listrik maka kita perlu memperbesar tegangan listriknya dan mengurangi atau memperkecil hambatan. Hambatan listrik merupakan ukuran sejauh mana suatu objek menentang aliran arus listrik. 


hambatan listrik menurut hukum ohm

Sifat-sifat hambatan listrik secara umum dibagi menjadi dua, yaitu jika bahan listrik yang digunakan semakin panjang maka hambatan listriknya akan semakin besar. Dan apabila penampang bahan listrik semakin besar maka hambatan listrik akan semakin kecil.

Rumus untuk menghitung besar hambatan pada suatu rangkain listrik adalah R=V/I. Dimana R adalah hambatan, V adalah tegangan dan I adalah arus listrik. Sedangkan satuan dari hambatan listrik adalah Ohm. Alat ukur hambatan listrik disebut dengan Ohmmeter.

Ohmmeter adalah alat ukur khusus untuk mengukur hambatan listrik yang merupakan daya menahan aliran arus listrik dalam konduktor yang terdapat pada rangkaian listrik. Ohmmeter dapat digunakan untuk mengukur hambatan listrik suatu resistor atau antar dua titik dalam rangkaian dengan cara menyentuhkan dua terminal Ohmmeter dengan dua ujung hambatan atau dua titik dalam rangkaian.

Selain itu ada beberapa alat ukur yang bisa digunakan untuk mengukur besarnya hambatan listrik. Diantaranya adalah Galvanometer, Potensiometer, Termometer dan Multimeter/Multitester. Namun alat ukur yang paling sering digunakan dan mudah dijumpai adalah multitester.

Material yang memiliki hambatan listrik yaitu besi, kayu, batu, karet, air, udara, dan lain-lain. Hambatan listrik yang hampir tidak ada arus yang mengalir apabila diberi beda potensial antar dua ujungnya, yaitu batu, kayu kering, karet, dan lain-lain. Material yang tidak dapat dialiri arus listrik disebut dengan isolator. Sedangkan konduktor merupakan material yang mudah dialiri arus listrik, dan contoh material yang mudah dialiri arus listrik yaitu logam. Arus yang mengalir cukup besar apabila logam diberi beda potensial pada dua ujungnya.

Ada dua jenis rangkaian hambatan pada suatu rangkaian listrik. Yaitu Rangkaian Seri dan Rangkaian Pararel.

Rangkaian seri merupakan rangkaian yang terdiri dari beberapa komponen hambatan listrik yang dihubungkan secara seri. Komponen-komponen ini dapat menghambat aliran elektron yang mengalir dalam rangkaian sehingga dapat dikatakan sebagai hambatan.

 Rangkaian hambatan seri ini bertujuan untuk memperbesar nilai hambatan listrik dan membagi beda potensial dari sumber tegangan. Rangkaian tersebut dapat diganti dengan sebuah hambatan pengganti seri (Rs).

Rangkaian habatan seri mempunyai kelebihan dan kekurangan,kelebihannya yaitu dapat menghemat biaya karena hanya menggunakan sedikit kabel, sedangkan Kelemahannya yaitu apabila salah satu lampu tidak berfungsi atau rusak maka komponen yang lain tidak dapat berfungsi.

Rangkaian paralel merupakan rangkaian yang terdiri dari beberapa komponen hambatan listrik dan dihubungkan secara paralel. Rangkaian paralel ini bertujuan memutuskan salah satu beban tanpa mempengaruhi atau beban lain tidak putus pada suatu alat listrik yang terpasang secara langsung.