Dapatkan informasi menarik seputar hobi, bisnis, tutorial, tips dan trik, serta edukasi dengan cara murah meriah

Senin, 15 Oktober 2018

Proses Kerja Dipabrik Pembuatan Sepatu





Sebagai salah satu alat bantu dalam beraktifitas, sepatu juga berfungsi sebagai alat pelindung kaki yang sangat berguna untuk melindungi kaki dari benda-benda disekitar kita. Sepatu merupakan bentuk variasi terbaru dari sandal yang sudah lebih dahulu dibuat dan digunakan sejak jaman purbakala sebagai pelindung telapak kaki dari benda-benda tajam. Dahulu orang membuat sandal dari berbagai macam bahan seperti kayu, kulit binatang dan lainnya. Namun seiring berjalannya waktu sandal ini berubah bentuk karena beberapa alasan seperti misalnya karena sandal lebih mudah lepas saat digunakan. Sehingga orang mulai berfikir untuk mencari cara lain agar sandal ini tidak mudah lepas dan mudah digunakan. Kalau sandal biasanya hanya memiliki alas dan diikat dengan tali sehingga mudah lepas, maka orang mencari cara agar bagaimana alas kaki ini tidak mudah lepas. Oleh karena itu dibuatlah sebuah pembungkus yang berfungsi sebagai pelindung kaki bagian atas yang direkatkan atau dijahit pada alas agar tidak mudah lepas.

Seiring berjalannya waktu, manusia mulai menemukan cara tersebut kemudian mulai membuat sepatu dari bahan kulit sebagai pembungkusnya. Dan pada jaman modern seperti saat ini yang sudah semakin canggih dan modern manusia telah menemukan bahan yang lebih berkualitas dan lebih awet.

Namun, tahu kah anda bagaimana sepatu itu dibuat ? Kali ini saya akan memberikan sedikit informasi bagaimana sepatu dibuat dalam industri sepatu.

Sektor industri sepatu saat ini telah banyak mengalami kemajuan. Baik dari bahan baku, proses pembuatan dan alat pembuatnya yang sudah menggun kan teknologi mesin. Bahan baku yang dipakai biasanya bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan dan kualitas sepatu yang akan dibuat. Bahkan tak jarang para produsen sepatu harus mengimpor bahan bakunya dari luar negeri agar produk yang dihasilkan akan lebih berkualitas.

Industri sepatu juga memiliki prospek usaha yang bagus karena semua orang memakai sepatu untuk melakukan aktifitas seperti bekerja, olahraga atau sekedar jalan-jalan. Kondisi ini mendorong tumbuhnya perusahaan-perusahaan yang memproduksi sepatu dalam berbagai model seperti sepatu olahraga, sepatu safety untuk bekerja atau sepatu untuk fashion.

Sebagai contoh saja misalnya sepatu olahraga memiliki banyak model sesuai dengan kebutuhannya. Bentuknya pun juga harus disesuaikan dengan jenis olahraga yang akan dilakukan agar lebih efisien.

Proses produksi sepatu dipabrik tentunya melalui beberapa tahapan panjang yang harus dilalui. Mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas, membuat pola, memotong bahan sesuai pola lalu menggabungkan setiap bagian menjadi sebuah sepatu.

Pada umumnya sepatu terbagi menjadi dua bagian utama yaitu Upper dan Bottom.

Upper sepatu adalah bagian sepatu yang terdapat dibagian atas mulai dari ujung sepatu bagian depan sampai belakang dan bagian kakan kiri. Biasanya terdapat tali pengikat untuk mengikat sepatu agar tidak mudah lepas saat digunakan. Bahan yang biasa digunakan untuk upper sepatu yaitu menggunakan kulit. Baik itu dengan kulit binatang atau dengan menggunakan kulit sintetis. Kedua bahan ini biasanya dipotong-potong dan memiliki beberapa bagian. Dan untuk menyatukan bagian-bagian tersebut biasanya dilakukan proses penjahitan agar setiap bagian bisa tersusun sesuai pola yang dibuat.

Bottom sepatu merupakan bagian alas atau bagian bawah dari sepatu yang biasanya juga sering disebut dengan sole sepatu. Pada bagian bottom sepatu ini terdiri dari beberapa bagian seperti insole, midsole dan outsole. Bahan yang digunakan untuk membuat sole sepatu ini biasanya menggunakan bahan yang tebal dan memiliki tekstur yang lebih keras namun tetap fleksibel dan elastis seperti karet.

Proses perakitan sepatu diawali dengan memilih bahan baku untuk upper dan juga sole sepatu. Kemudian membuat pola sesuai dengan desain yang telah ditentukan. Setelah itu dilakukan proses cutting atau pemotongan bahan. Setelah semua bagian selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah menggabungkan semua bagian menjadi sebuah sepatu.

Detail dari proses produksinya kurang lebih seperti berikut ini :

Cutting process adalah proses pemotongan bahan baku sebelum dibentuk menjadi upper atau bottom sepatu. Bahan dipotong sesuai dengan pola yang telah dibuat. Peralatan yang digunakan biasanya menggunakan mesin pemotong atau dengan peralatan manual.

Stitching/Sewing adalah proses penjahitan atau menyatukan bagian-bagian sepatu  menjadi satu sesuai dengan pola yang ditentukan sehingga akan terlihat bentuk dan desainnya. Proses penjahitan ini memerlukan waktu yang cukup lama karena membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi.

Outsole production merupakan bagian yang bertugas untuk membuat bagian outsole. Seperti yang sudah dijelaskan diatas yaitu outsole merupakan bagian paling bawah dari sepatu yang berkontak langsung dengan tanah. Outsole memiliki karakteristik grip atau cengkeraman dengan menggunakan pola seperti yang biasa terlihat dibagian bawah sepatu. Karakteristik outsole yang bagus adalah memiliki grip pada bagian bawah, tahan air, elastis dan fleksibel serta memiliki daya tahan yang bagus.

Baca Juga : Cara Menjual Foto di Internet
Bahan yang digunakan untuk membuat outsole biasanya terbuat dari beberapa bahan untuk menyesuaikan dengan model, warna dan fungsi yang diinginkan. Bahan yang sering dipakai yaitu perpaduan antara plastik, karet dan sponge. Proses pembuatan outsole terdapat dua jenis yaitu dengan molding dan injection.

Insole production merupakan bagian yang bertugas membuat bagian insole sepatu atau bagian dalam sepatu. Insole adalah bagian dalam sepatu yang berfungsi sebagai alas kaki agar tidak bersentuhan langsung dengan outsole yang memiliki tekstur sedikit keras. Dengan adanya insole sepatu maka kaki akan terasa nyaman dan tidak sakit karena insole terbuat dari bahan yang cukup empuk.

Stock fitting merupakan proses penggabungan ( assembling ) bagian-bagian dari bottom sepatu seperti midsole dan outsole hingga membentuk bottom sepatu. Kedua bagian ini akan direkatkan dengan menggunakan lem khusus agar bisa menempel dengan kuat.

Assembling merupakan bagian yang bertugas menggabungkan upper dan bottom sepatu hingga membentuk sesuai desain yang telah ditentukan. Proses assembling dalam pembuatan sepatu ini biasanya antara upper dan bottom sepatu sudah dikelompokkan sesuai dengan modelnya. Baik itu ukuran, warna, jenis sepatu dan sudah sesuai pasangannya masing-masing baik itu kanan dan kirinya.

Dalam proses assembling sepatu juga menggunakan beberapa metode seperti pengeleman, jahit dan press. Metode tersebut dilakukan secara sistematis sesuai urutan produksi sampai menjadi sepasang sepatu.

Finishing merupakan bagian akhir dari proses pembuatan sepatu. Pada bagian ini setiap pasang sepatu dicek dan dikontrol oleh bagian quality control ( QC ). Quality control bertugas melakukan pengecekan dan memeriksa setiap bagian sepatu agar tidak ada cacat saat proses produksi. Jika terdapat cacat atau kesalahan maka akan segera diketahui dan langsung dikelompokkan untuk dilakukan perbaikan.

Packing adalah bagian yang bertugas untuk melakukan packing atau pengemasan sepatu kedalam dus atau wadah. Proses ini juga harus teliti jangan sampai terjadi salah packing. Packing dilakukan sesuai dengan warna sepatu, ukuran, model dan memperhatikan bagian kanan dan kiri sepatu.

Itulah sedikit gambaran mengenai proses produksi sepatu di pabrik industri sepatu. Semoga dengan membaca artikel ini dapat memberikan informasi dan pengetahuan bagi anda semua.

Baca Juga

Senin, 08 Oktober 2018

Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami

Komedo merupakan salah satu masalah wajah Yang sering muncul. Komedo biasanya muncul disekitar permukaan wajah khususnya dibagian lipatan-lipatan sekitar hidung. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi bagaimana cara menghilangkan komedo secar alami.

Komedo dibagi menjadi dua jenis, yaitu komedo hitam ( black heads ) dan komedo putih ( white heads ). Bintik-bintik warna hitam dari komedo khususnya Yang menyebar disekitar hidung tentu saja Mengganggu penampilan cantik anda. Tak salah Jika banyak orang mencari berbagai cara Untuk menghilangkan komedo diwajahnya agar selalu terlihat cantik.

Komedo merupakan sumbatan minyak yang terdapat pada pori-pori kulit. Ukuran komedo pun juga bermacam-macam. Pada beberapa orang yang mengalaminya seringkali terlihat jelas dan mencuat keluar kulit.

Berbagai cara juga digunakan untuk menghilangkan komedo yang ada di wajah khususnya dibagian hidung. Salah satunya yang sering digunakan adalah memencet atau menekan komedo dengan tangan secara langsung untuk mengeluarkan komedo yang terdapat pada pori-pori. Namun sebaiknya jangan dilakukan dengan tangan secara langsung. Karena bisa menyebabkan rasa perih pada permukaan kulit hidung yang terdapat komedo Jika terlalu kuat dipencet sehingga Menimbulkan goresan dan iritasi pada kulit hidung.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan komedo pada hidung. Diantaranya sebagai berikut.

1. Membuat porestrips sendiri



Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan komedo yaitu dengan menggunakan porestips. Porestrips memiliki bentuk dan cara kerja seperti selotip. Dimana terdapat bahan perekat yang berguna untuk merekatkan permukaan porestrips dengan kulit agar komedo juga ikut menempel. Sehingga ketika porestrips diangkat maka komedo yang menempel juga akan ikut terangkat. Porestrips adalah cara yang terbilang efektif untuk mengangkat komedo secara langsung.

Namun Sayangnya harga dari porestrips ini terbilang cukup mahal. Tetapi sebenarnya anda juga bisa membuat sendiri porestrips ini  dengan menggunakan tissue wajah dan juga putih telur.

Pertama-tama siapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang akan kita gunakan untuk membuatnya yaitu tissue wajah dan juga telur. Setelah itu pisahkan antara putih telur dan kuning telur. Ambil putih telurnya saja. Setelah itu kocok putih telur agar mudah diaplikasikan.

Setelah putih telur dikocok, langkah berikutnya yaitu siapkan tissue wajah dan pastikan ukurannya tidak terlalu besar Dan tidak terlalu kecil untuk ditempelkan pada hidung anda. Setelah itu celupkan tissue wajah pada putih telur.

Sebelum mengaplikasikan porestrips alami ini, Sebaiknya kompres terlebih dahulu hidung anda dengan menggunakan air hangat. Anda bisa menggunakan handuk atau tissue yang direndam pada air hangat sebagai medianya. Hal ini berguna untuk membuka pori-pori kulit hidung anda sehingga nantinya komedo akan lebih mudah terangkat. Kompres selama sekitar 1 - 2 menit setelah itu letakkan tissue yang telah dicelupkan pada putih telur tadi pada bagian hidung anda yang terdapat komedo. Kemudian jika sudah menempel, diamkan selama kurang lebih 30 menit sampai pore strips benar-benar kering.

Setelah kering, angkat tissue secara perlahan-lahan dan akan terlihat komedo yang ikut menempel  pada tissue. Langkah terakhir jangan lupa untuk memakai penyegar wajah atau toner untuk menyegarkan kulit dan jug auntuk menutup kembali pori-pori kulit hidung anda.

Manfaat dari porestrips alami dari tissue dan putih telur ini adalah untuk mengurangi ukuran pori-pori dan mengencangkan kulit. Serta untuk mencegah whiteheads dan komedo muncul  kembali. Selain itu telur mengandung protein dan vitamin E yang tinggi sehingga dapat membantu mengecilkan pori-pori dan mengencangkan kulit. Kotoran dipermukaan kulit dan sel kulit mati akan terangkat sempurna.

2. Menggunakan minyak zaitun dan garam



Pertama siapkan satu sendok minyak zaitun dan setengah sendok garam. Usahakan pilih garam dapur yang memiliki tekstur lembut agar lebih cepat larut dan tidak melukai kulit wajah anda. Campurkan kedua bahan tersebut kemudian aduk-aduk hingga merata.

Setelah kedua bahan tercampur rata, oleskan bahan tersebut pada permukaan kulit wajah yang terdapat komedo. Sebelum dioleskan ke wajah sebaiknya kompres wajah dengan handuk yang telah direndam dengan air hangat. Setelah bahan tadi dioleskan ke wajah secara merata, diamkan selama beberapa menit sampai kering Dan setelah kering baru anda bilas.

Minyak zaitun ini selain bermanfaat untuk menghilangkan komedo, juga bermanfaat untuk mengencangkan dan menghaluskan kulit wajah. Sedangkan garam dapur berfungsi sebagai scrub alami yang mampu mengangkat komedo dan sel kulit mati.

Bagi anda yang memiliki masalah kulit sensitif terhadap garam dapur, anda Dapat menanganinya dengan tidak menambahkan garam dapur pada adonan. Cukup dengan menggunakan minyak zaitun saja kemudian oleskan sambil sesekali memijat wajah dan tutup dengan handuk hangat sampai suhu handuk tidak hangat lagi. Manfaat handuk hangat adalah untuk membuka pori-pori wajah anda. Dan setelah itu bilas dengan air bersih untuk menutup kembali pori-pori. Lakukan cara ini setidaknya 2 kali seminggu pada malam hari.

Cara ini juga bermanfaat untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan mampu membantu meregenerasi kulit baru yang lebih sehat dan segar. Efek garam dapur ini dapat membantu minyak zaitun dengan mengikis bagian kulit terluar  yang seringkali terkena debu dan kotoran ketika berada diluar ruangan.

3. Menggunakan sikat gigi



Cara yang ketiga ini tidak boleh digunakan pada orang yang memiliki kulit sensitif  dan juga tidak boleh sering dilakukan.

Caranya yaitu dengan menggunakan sikat gigi yang berbulu lembut agar tidak terjadi iritasi Pada kulit. Sebaiknya gunakan sikat gigi untuk bayi karena sikat gigi tersebut memiliki bulu sikat yang lembut.

Kemudian siapkan 1 sendok teh pasta gigi dan 1 sendok teh baking powder atau garam. Garam dan baking powder berguna sebagai scrub untuk mengangkat komedo agar lebih mudah. Setelah itu siapkan air hangat dan handuk.

Langkah-langkah yang dilakukan yaitu cuci wajah anda dengan air bersih lalu celupkan handuk pada air hangat lalu usapkan pada bagian wajah yang terdapat komedo. Cara ini berguna untuk membuka pori-pori wajah anda dan mencegah masuknya bakteri dari tangan dan kuku kedalam pori-pori wajah anda.

Kemudian buat campuran pasta gigi, baking powder atau garam dan air pada sebuah wadah kemudian aduk hingga rata. Setelah itu oleskan pada bagian wajah yang memiliki komedo dengan menggunakan sikat gigi yang lembut secara merata. Kemudian diamkan selama 1-2 menit setelah itu bersihkan dengan air hanga. Setelah selesai biarkan beberapa saat lalu bilah dengan air dingin untuk menutup kembali pori-pori dan agar tidak ada kotoran yang masuk ke pori-pori. Setelah melakukan cara ini biasanya wajah akan memerah namun jangan khawatir karena wajah akan kembali ke warna semula.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan komedo pada hidung dan wajah. Semoga bisa bermanfaat bagi anda.

Selasa, 02 Oktober 2018

Bagian-bagian Mesin Vespa



Sebagai salah satu kendaraan pribadi pada jaman dahulu, Vespa menjadi salah satu andalan bagi sebagian besar orang. Bentuknya yang unik dan klasik menjadi salah satu daya tarik para pecinta barang antik. Tidak hanya itu, vespa juga menjadi barang yang langka untuk saat ini. Mengingat begitu banyaknya model-model kendaraan roda dua terbaru seperti saat ini.

Vespa juga terkenal bandel dan awet serta memiliki tenaga yang kuat ketika sedang digunakan dijalanan. Namun, sebenarnya seperti apa sih bagian-bagian mesin vespa itu? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Vespa merupakan kendaraan roda dua yang menggunakan mesin 2 tak. Yaitu mesin dengan sistem dua langka. Bagian-bagian vespa terdiri dari beberapa komponen seperti gambar dibawah ini.


Keterangan :

  1. Tangki bnesin
  2. Kran bensin
  3. Karburator
  4. Lubang masuk bahan bakar
  5. Busi
  6. Ruang bakar 
  7. Silinder
  8. Piston
  9. Batang piston
  10. Poros engkol
  11. Crankcase
  12. Saluran gas
  13. Saluran gas buang
Itulah bagian-bagian utama mesin vespa konvensional secara umum. Untuk bagian yang lebih detail dari mesin, gambarannya seperti dibawah ini.


Keterangan :
  1. Busi
  2. Kepala silinder
  3. Piston
  4. Batang piston
  5. Poros engkol
  6. Saluran masuk
  7. Saluran buang
  8. Saluran bahan bakar masuk
  9. Crankcase
  10. pAsak pendingin
  11. Pegas piston
Nah, itulah sedikit gambaran mengenai bagian-bagian utama dari mesin vespa. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.